Katalog Plus
Bibliothek der Frankfurt UAS
Bald neuer Katalog: sichern Sie sich schon vorab Ihre persönlichen Merklisten im Nutzerkonto: Anleitung.
Dieses Ergebnis aus BASE kann Gästen nicht angezeigt werden.  Login für vollen Zugriff.

PENGARUH ANALISA LAJU KOROSI DAN KEKERASAN TITANIUM DALAM LARUTAN SBF KOKUBO UNTUK APLIKASI ORTODONTIK

Title: PENGARUH ANALISA LAJU KOROSI DAN KEKERASAN TITANIUM DALAM LARUTAN SBF KOKUBO UNTUK APLIKASI ORTODONTIK
Authors: Ardhy, Sanny; Islahuddin, Islahuddin; Ardiyanto, Muhammad Riza
Contributors: LPPM Unidha
Source: Rang Teknik Journal; Vol 9, No 1 (2026): Vol. 9 No. 1 Januari 2026; 179-185 ; 2599-2090 ; 2599-2082
Publisher Information: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Publication Year: 2026
Collection: Open Jurnal System Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Subject Terms: Teknik Mesin
Description: Titanium dan paduannya lebih banyak dipilih untuk material implan gigi, khususnya pemasangan kawat gigi, karena mempunyai sifat tahan korosi dan sifat mekanik yang jauh lebih baik dibanding baja tahan karat. Namun demikian, penggunaan titanium dan paduannya masih memiliki kekurangan. Ketahanan korosi titanium dapat berkurang di lingkungan asam (pH asam). Seperti diketahui, masyarakat Sumbar suka mengkonsumsi makanan yang mengandung zat asam (mengandung santan/lemak) seperti rendang, gulai, dan goreng-gorengan. Karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui laju korosi terhadap titanium dan paduannya di lingkungan asam. Ada 4 (empat) sampel titanium yang dipilih dalam pengujian ini. Yakni Ti-12 Cr, TNTZ-ST, Ti64 ELI (Extra Low Intertitial) dan Commercial Pure Titanium (CpTi). Empat spesimen ini diuji rendam (immersion test) dalam larutan Simulated Body Fluid (SBF) Kokubo (pH 5,0) dengan empat (4) variasi waktu (t); 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu. Laju korosi dihitung dengan metode pengurangan berat (weight loss). Hasil pengujian didapatkan laju korosi tertinggi terjadi pada CPTi (0,0985 mm/y) pada waktu pengujian 4 minggu. Sementara laju korosi terendah terjadi pada Ti-12 Cr, 0,0515 mm/y. Untuk nilai kekerasan, CpTi memiliki kekerasan paling tinggi, 365 HVN (1 minggu). Sementara Ti-12 Cr memiliki kekerasan paling rendah, 130 HVN.
Document Type: article in journal/newspaper
File Description: application/pdf
Language: Indonesian
Relation: https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/RANGTEKNIKJOURNAL/article/view/7066/4852; https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/RANGTEKNIKJOURNAL/article/view/7066
DOI: 10.31869/rtj.v9i1.7066
Availability: https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/RANGTEKNIKJOURNAL/article/view/7066; https://doi.org/10.31869/rtj.v9i1.7066
Rights: ##submission.copyrightStatement## ; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
Accession Number: edsbas.D4EDB63B
Database: BASE